Jumat, 04 Mei 2012

Sayang

Pernah kutemukan ini: Rasa ’sayang’ lebih dalam daripada ‘cinta’, ’sayang’ tidak mudah berubah, ’sayang’ membuatmu berkorban dan rela menderita demi orang yang kau sayangi, ‘cinta’ ingin memiliki namun ’sayang’ tidak….
          sayang adalah satu rasa yg tulus. melihat dia lebih bahagia dengan hatinya itulah rasa sayang yang natural di hati dan rasa itu tak akan tumbuh jika Allah yg maha BERKUASA atas segalanya tidak menghendakinya.
           Sayang itu lebih abadi sifatnya. Ketika kita sayang dengan seseorang maka kita takut kehilangannya. Tetapi cinta bisa berubah menjadi benci. Rasa sayang membuat kita ingin memiliki dan dimiliki. tetapi ada fakta lain yang pernah kutemukan yaitu "Rasa cinta membuat kita ingin menguasai.
Adakalanya statement itu benar, tetapi banyak fakta lain,
yaitu Cinta adalah sesuatu yang suci, anugerah Tuhan dan sering tidak rasional. Cinta dipenuhi nuansa memaklumi dan memaafkan. Kesabaran, kesetiaan, pengertian, pemberian dan pengorbanan akan mendatangkan cinta, sementara egoisme akan menghilangkan rasa cinta.

Kamis, 03 Mei 2012

-Mengalah..-

Apa benar mengalah bisa membuat keadaan menjadi baik??
.terlihat banyak pandangan orang, memang benar...
tapi itu belum tentu selalu benar.
 Sebetulnya kita secara alamiah adalah makhluk yang mementingkan diri (ego) ditambah lagi "gengsi". mungkin ini salah satu penyebab seseorang jadi tidak ingin mengalah. Kita sama-sama mengetahui bahwa dalam menyelesaikan suatu masalah, bila kedua belah pihak selalu mau menang sendiri, tidak ada yang mau mengalah, maka pasti tidak akan berhasil dengan baik, bahkan selamanya tidak bisa membereskan masalah-masalah tersebut.
Banyak orang juga mempunyai pandangan bahwa mengalah dapat menetralisir permasalahan, masalah besar dapat menjadi kecil, masalah kecil pun dapat hilang.bahkan suasana panas pun bisa menjadi adem ketika seseorang mengalah dalam menghadapi permasalahan.
Biasanya ini dapat ditemui dikalangan antara kawan dengan kawan bila timbul sedikit masalah saja sudah bertengkar sengit, tidak ada yang mau mengalah hingga persahabatannya jadi retak, ini merupakan hal yang sangat tidak pantas terjadi.
        Dalam pertemanan sering mengalami perbedaan pandangan bahkan keinginan dengan kemauan diri. perbedaan keinginan tidak akan terjembatani hanya dengan perdebatan-perdebatan, apalagi jika dengan diwarnai saling menyalahkan dan pemaksaan kehendak. Sikap saling menyalahkan dan pemaksaan kehendak hanya akan mengakibatkan sakit hati pada kedua belah pihak.
       Jalan keluar atau solusi yang rasional dan manusiawi dari konflik perbedaan pendapat atau keinginan justru terletak pada sikap "mengalah dalam pengertian yang benar". Artinya, tidak memaksakan kehendak atau kesukaan diri sendiri, tetapi membiarkan diri mengikuti kehendak orang lain, demi terjadinya perubahan-perubahan rasional (perbaikan-perbaikan), baik dalam diri sendiri maupun diri orang lain. Langkah ini memungkinkan terjembataninya perbedaan-perbedaan di antara pandangan yang berbeda.

Tapi dari semua itu adakalahnya mengalah dapat membuat semuanya salah !
 Sikap mengalah memang bukanlah hal yang membuat pandangan dapat menyelesaikan masalah. Justru orang yang mengalah seringkali menjadi korban pihak lain, antara lain diinjak-injak haknya, sehingga malah menjadi orang yang dirugikan, hal demikian akhirnya membuat cenderung mengembangkan sikap yang berlawanan, yaitu sikap tidak mau mengalah.